Pilotjuga mengalami hal yang sama ketika ruang dan waktu membawanya kembali ke perang Jerman selama perang dunia II. Tetapi dalam semenit kemudian ia kembali ke kenyataan. Benarkah?! Jika teori kembali ke masa lalu itu terjadi dalam sitem waktu di alam fana dalam sistem waktu kita, tentu saja akan mustahil.
YANG FANA ADALAH WAKTU- SAPARDI DJOKO DAMONO Yang fana adalah waktu. Kita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa. “Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu. Kita abadi. Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982 Analisis Puisi A. UNSUR FISIK PUISI 1. Diksi Diksi atau pilihan kata yang digunakan pada puisi Yang Fana adalah Waktu adalah penggunaan kata konkrit. Kosa kata yang digunakan ialah kosa kata keseharian yang sudah ada dan tidak mmunculkan makna yang baru 2. Imaji Pada bait “memungut detik demi detik,merangkainya seperti bunga”, memunculkan imaji visualisasi. Bait tersebut membuaut pembaca seolah melihat secara langsung bagaimana detik waktu dipungut dan dirangkai seperti sebuah rangkaian bunga. 3. Rima Pada setiap akhir sajak diakhiri oleh bunyi vokal i, u, a, sebagai bunyi yang lembut. Maka membuat puisi ini tergolong puisi kamar. Memiliki jenis rima berpeluk. 4. Tipografi Penulisan menggunakan rata kiri seperti gaya penulisan pada umumnya. 5. Gaya bahasa a “memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga”, merupakan majas simbolik. Detik yang dipungut dan dirangkai seperti bunga sebagai simbol dari waktu-waktu sepanjang hidup hingga membentuk sebuah rangkaian kehidupan yang telah kita lalui. b “kita abadi”, merupakan majas totem pro parte yang mengungkapkan kita sebagai keseluruhan objek, padahal yang di maksud adalah jiwa. c “detik demi detik”, sebagai majas aliterasi yang mengulang konsonan D di awal setiap kata secara berurutan. d “Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu. Kita abadi, penggunaan majas asindetrton. Bait kita abadi diungkapkan tanpa menggunkan kata penghubung dari bait sebelumnya. e “Yang fana adalah waktu. Kita abadi”, merupakan sebuah ungkapan paradoks. 6. Kata konkrit a Fana, melambangkan sesuatu yang bersifat sementara dan tidak bersifat kekal. Pada puisi yang dimaksud ialah waktu. b Abadi, pilihan kata yang mewakili sesuatu yang bersifat kekal dan selamanya. c Memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga, pada bait ini dapat dibayangkan oleh pembaca melalui imaji. Tentang waktu yang telah kita lalui, seolah dapat dirangkai menjadi sebuah skenario kehidupan yang telah kita jalani selama ini. B. UNSUR BATIN PUISI 1. Tema Puisi Yang Fana adalah Waktu memiliki membawa tema ketuhanan. Setiap bait yang diungkapkan berkaitan dengan eksistensi manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan. 2. Rasa Pokok permasalahan yang diangkat oleh pengarang ialah tentang kehidupan manusia yang tak selamanya abadi. Tapi sesungguhnya yang abadi adalah jiwa-jiwa manusia itu sendiri. 3. Nada Penyair menyampaikan tema dan rasa dengan cara menceritakan sebuah kejadian yang telah lalu. Selain itu, melalui bait pertama pengarang menyampaikan sebuah pernyataan. Pengarang menyerahkan begitu saja kepada pembaca untuk mencari makna tersurat dari bait puisinya. 4. Amanat Amanat yang terkadung dalam puisi ini disampaikan pengarang secara tersirat atau secara tidak langsung. Pembaca dibebaskan untuk mencari dan menginterpretasikan sendiri. Berdasarkan tema dan rasa yang telah disampaikan, puisi ini memberi pesan tentang kehidupan manusia di dunia. Secara eksplisit kita paham bahwa semua manusia kelak akan meninggal, sementara waktu terus berjalan. Tetapi, sesungguhnya yang abadi itu bukanlah waktu, melainkan jiwa manusia itu sendiri. Jiwa yang akan menempuh kehiudupan setelah kehidupan di dunia. Pada kehiupan inilah manusia akan hidup kekal dan abadi selamanya. Berikut dalil yang juga menjelaskan hal ini يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ Artinya Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal Al-Mu’min, ayat39 Tafsir Ayat Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah kenikmatan sesaat bagi manusia, kemudian setelah itu terputus habis, maka janganlah kalian condong kepadanya. Sesungguhnya alam akhirat dengan segala kenikmatannya yang langgeng adalah tempat tinggal di mana kalian akan menetap selamanya di sana. Maka hendaklah kalian mendahulukannya dan beramal untuknya dengan amal-amal shalih yang membuat kalian berbahagia di sana.
analisiswacana yang memaknai isi teks dari lirik tersebut. 5. Perbedaan Mengkaji lirik lagu dengan mengenai lagu “Fana Merah Jambu” yang dinyanyikan dan dibawakan oleh Fourtwenty. “Lirik adalah karya sastra (puisi) yang berisikan curahan perasaan pribadi, susunan kata sebuah nyanyian.” (1988:582)
Puisi Yang Fana Adalah Waktu Sapardi Djoko Damono Puisi Yang Fana Adalah Waktu Sapardi Djoko Damono Yang fana adalah waktu. Kita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga Kamis, 25 Maret 2021 1004 Djoko Damono, penyair Indonesia angkatan 1970-an. Puisi Yang Fana Adalah Waktu Sapardi Djoko Damono - Puisi Yang Fana Adalah Waktu Sapardi Djoko Damono Yang Fana Adalah Waktu Yang fana adalah abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bungasampai pada suatu harikita lupa untuk apa“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” abadi. *
menyaksikanTuhan. Ungkapan-ungkapan itu kadangkala serupa puisi yang kaya metafor, sehingga perlu penafsiran ulang. Misalnya, al-Hallaj mengungkapkan “ana al-Haqq” yang secara harfiah bermakna aku adalah Tuhan, tidak bisa diterima begitu saja. Karena hal itu merupakan ungkapan dalam keadaan fana, dalam keadaan hilang kesadarannya sebagai
Return to Article Details Analisis Puisi “Yang Fana Adalah Waktu” Karya Sapardi Djoko Damono dengan pendekatan Stilistika Download Download PDF
  1. А ርрсучωвο
    1. Арաхըμ нοм клуդум ξу
    2. ዙо нοሁዦпущ
    3. Քαμибрፗկа ነвеглентθ
  2. Ροξиմ ኹ տιвсኇμαቆቪ
F Gm G C Am D Dm E Em] Chords for Musikalisasi Puisi - Yang Fana Adalah Waktu (Sapardi Djoko Damono) with song key, BPM, capo transposer, play
Authors DOI Keywords stalistika, estetis, karya sastra Abstract Penelitian ini membahas tentang analisis aspek-aspek yang terdapat pada puisi “Yang Fana Adalah waktu” karya Sapardi Djoko Damono,. Aspek yang dianalisis yaitu gaya bahasa, diksi, majas, dan citraan untuk mengetahui nilai estetis atau keindahan pada puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika, karena bersifat mendeskripsikan. Gaya bahasa, diksi, majas, citraan karya sastra lahir dari sebuah pemikiran seseorang yang dihasilkan karena perenungan dan penghayatan terhadap sesuatu. Karya sastra memiliki nilai estetis tertentu yang membuat karya tersebut terlihat indah bagi pembaca. Dalam puisi Yang Fana Adalah Waktu” karya Sapardi Djoko Damono, pengarang banyak menggunakan gaya bahasa dan makna konotasi dalam sebuah puisi dengan tujuan untuk menunjukkan nilai estetis atau keindahan puisi tersebut. References Akhsin, R. 2019. Pesan Moral dalam Puisi “Padamu Jua” Karya Amir Hamzah. Jurnal Madah Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 65-69. Damono, S. D. 1999. Sihir Rendra Permainan Makna. Jakarta Pustaka Firdaus. Isnaini, H. 2021. Tafsir Sastra Pengantar Ilmu Hermeneutika. Bandung Pustaka Humaniora. Isnaini, H. 2022a. Citra Perempuan dalam Poster Film Horor Indonesia Kajian Sastra Feminis. Dialektika Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, Volume 9, Nomor 2, 55-67. Isnaini, H. 2022b. Suwung dan Metafora Ketuhanan pada Puisi "Dalam Diriku" Karya Sapardi Djoko Damono. Jurnal Telaga Bahasa Balai Bahasa Gorontalo, Volume 10, Nomor 1, 22-31. Isnaini, H., & Herliani, Y. 2022. Ideologi Eksistensialisme pada Puisi "Prologue" Karya Sapardi Djoko Damono. Protasis Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya, Vol. 1, No. 1, 21-37. Djoko Damono. Protasis Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya, Vol. 1, No. 1, 21-37. Meyvani Chintyandini & Hidayah B. Q. 2021 Kajian Stilistika Pada Puisi “Padamu Jua” Kajian Pada Puisi “Padamu Jua” Karya Amir Hamzah. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Pendidikan, 206-207. Muhamad Mahdar, Yuliana Tika, & Rosi 2018. Analisis Stuktur Diksi Pada Puisi “Padamu Jua” Karya Amir Hamzah. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 646-647. Piliang, Y. A. 2003. Hipersemiotika Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Yogyakarta Jalasutra. Ricoeur, P. 2014. Teori Interpretasi Membelah Makna dalam Anatomi Teks M. Hery, Trans.. Yogyakarta IRCiSoD. Yaapar, M. S. 1995. Mysticism and Poetry A Hermeneutical Reading of the Poems of Amir Hamzah. Kuala Lumpur Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia. How to Cite Loisa Magai. 2023. Analisis Puisi “Yang Fana Adalah Waktu” Karya Sapardi Djoko Damono dengan pendekatan Stilistika. Student Research Journal, 11, 237–246. Puisi"Yang Fana Adalah Waktu" karya Sapardi Djoko Damono dibacakan oleh Norman Adi Satria #puisi #sapardidjokodamono #normanadisatria #yangfanaadalahwaktu #
Puisi merupakan salah satu dari ragam sastra yang berasal dari hasil ungkapan dan perasaan para penyair dengan bahasa yang terikat dengan rima, matra, irama, serta bentuk susunannya terdapat larik dan bait. Dalam puisi seorang penyair dapat mengungkapkan pikiran dan perasaannya secara bebas dan imajinatif. Puisi juga memiliki beberapa unsur pembangun, unsur pembangun puisi dibagi menjadi dua, yaitu unsur pembangun intrinsik dan ekstrinsik. Unsur pembangun intrinsik adalah unsur yang terdapat di dalam puisi dan terbagi menjadi dua, yaitu unsur batin dan fisik. Dalam unsur batin terdapat amanat, tema, rasa, dan nada, sedangkan dalam unsur fisik terdapat diksi, tipografi, imaji, , rima, dan gaya bahasa. Berikut penjelasannya Unsur Batin Tema Iklan Tema adalah gagasan pokok dalam puisi, dengan adanya tema maka seorang penyair dapat menentukan diksi yang akan digunakannya Rasa Rasa adalah ungkapan perasaan seorang penyair yang dituangkan ke dalam puisinya. Nada Nada adalah cara seorang penyair menyampaikan puisi dengan susunan kata-katanya, nada juga dianggap sebagai sikap seorang penyair dalam puisi sehingga efeknya dapat terasa oleh para pembaca. Amanat Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan seorang penyair kepada pembaca puisinya. Unsur Fisik Diksi Diksi adalah pilihan kata yang tepat. Dengan menggunakan diksi maka puisi jadi terkesan lebih indah dan berguna sebagai unsur yang membantu penyair dalam mengungkapkan ekspresinya. Tipografi Tipografi adalah tata cara peletakan huruf dalam puisi, tipografi juga berguna untuk menggambarkan tema dan isi pada puisi. Imaji Imaji adalah rangkaian kata yang dapat memperjelas maksud dan tujuan dari seorang penyair. Rima Rima adalah kesamaan bunyi atau nada. Gaya Bahasa Gaya bahasa adalah cara penyair dalam menggunakan rangkaian kata guna mengungkapkan sesuatu. Unsur pembangun ekstrinsik adalah unsur yang terdapat di luar puisi dan terbagi menjadi tiga, yaitu unsur biografi, unsur sosial, dan unsur nilai. Berikut ini penjelasannya Biografi Unsur biografi adalah unsur yang berkaitan dengan latar belakang seorang penyair. Sosial Unsur sosial adalah unsur yang berkaitan dengan kondisi masyarakat ketika puisi itu dibuat. Nilai Unsur nilai adalah unsur yang berkaitan dengan pendidikan, politik, sosial, ekonomi, budaya, adat istiadat, dan lainnya. Dalam artikel ini penulis memilih menganalisis unsur pembangun puisi pada puisi Yang Fana Adalah Waktu karya Sapardi Djoko Damono. Berikut ini adalah isi puisi tersebut Yang fana adalah waktu. Kita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga sampai pada suatu hari kita lupa untuk apa “Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu. Kita abadi. Puisi “Yang Fana Adalah Waktu” membawa tema tentang waktu. Setiap bait yang digunakan mengungkapkan bahwa kehidupan manusia akan abadi sampai di kehidupan akhirat dan akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan yang telah dilakukan di dunia, sedangkan waktu hidup manusia hanya sementara. Perasaan yang tergambarkan dalam puisi ini ialah penyair merasa bahwa kehidupan hanyalah sementara sehingga sebagai manusia kita tidak boleh terlena akan dunia. Nada dalam puisi ini ialah sendu karena pada bait kelima menggambarkan seperti adanya tamparan tegas mengenai fananya kehidupan ini. Selanjutnya mengenai amanat pada puisi ini ialah kita sebagai manusia janganlah menyia-nyiakan waktu dan tidak boleh terlena pada dunia yang fana ini, gunakanlah waktu sebaik-baiknya agar tidak ada kata penyesalan nantinya. Diksi pada puisi “Yang Fana Adalah Waktu” ialah penggunaan kata konkret, kosakata yang digunakan adalah kata keseharian yang mudah dipahami dan tidak memunculkan makna baru. Tipografi yang digunakan ialah rata kiri seperti gaya penulisan pada umumnya. Imaji yang digunakan ialah visualisasi, hal ini terdapat pada bait “Kita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga” yang membuat pembaca secara tidak langsung membayangkan bagaimana detik waktu dipungut dan dirangkai seperti rangkaian bunga. Rima yang digunakan terdapat pada setiap akhir sajak, yaitu bunyi vokal u, a, dan i sebagai bunyi yang lembut. Gaya bahasa yang digunakan ialah majas aliterasi, hal ini terdapat pada bait “detik demi detik” yang mengulang konsonan D di awal kata secara berurutan. Berdasarkan hasil analisis pada puisi “Yang Fana Adalah Waktu” dapat disimpulkan bahwa setiap puisi tentunya memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik seperti tema, nada, amanat, irama, diksi, biografi, nilai, dan sebagainya. Pada puisi tersebut juga memiliki makna yang mendalam mengenai kehidupan. Bahwa kehidupan hanyalah sementara, tetapi manusia akan abadi sampai ke akhirat, maka sebagai manusia kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu dan gunakan waktu yang kita miliki sebaik mungkin agar tidak adanya penyesalan di kemudian hari. Ikuti tulisan menarik Anisah Rahmayanti lainnya di sini.

Berikutadalah karya ilustrasi yang berjudul “Tangan Waktu”: Gambar 47: Judul Karya: “Tangan Waktu”, cat acrylic diatas kanvas dengan diameter 40 cm, 2016 sumber: dokumentasi pribadi Karya ilustrasi ini memvisualisasikan puisi “Tangan Waktu” dengan menggunakan bahan cat acrylic di atas kanvas dengan menggunakan teknik opaque dan

Data-data mengenai Analisis Puisi Yang Fana Adalah Waktu. Analisi Puisi Kucing By Bonifacius Boni On Prezi Analisis Puisi Sajak Desember Puisi Sapardi Djoko Damono Pdf Pembacaan Heuristik Dan Hermeneutik Puisi Indonesia Modern Quote By Sapardi Djoko Damono Yang Fana Adalah Waktu Yang Fana Analisis Puisi Sajak Desember Yang Fana Adalah Waktu Kita Abadi Puisi Sapardi Djoko Damono Puisi Sapardi Djoko Damono Sapardi Dan Upaya Menuju Abadi Kompasid Yang Fana Adalah Waktu Nyasar Abadi Oleh Juli Prasetya Kompasianacom Analisis Puisi Jilid 2 Teaser Video Yang Fana Adalah Waktu Kita Abadi Time Is Transient analisis puisi yang fana adalah waktu Pengertian puisi adalah suatu karya sastra tertulis dimana isinya merupakan ungkapan perasaan seorang penyair dengan menggunakan bahasa yang bermakna semantis serta mengandung irama, rima, dan ritma dalam penyusunan larik dan baitnya. Beberapa ahli modern mendefinisikan puisi sebagai perwujudan imajinasi, curahan hati, dari seorang penyair yang mengajak orang lain ke dunianya’. Meskipun bentuknya singkat dan padat, umumnya orang lain kesulitan untuk menjelaskan makna puisi yang disampaikan dari setiap baitnya. Itulah informasi tentang analisis puisi yang fana adalah waktu yang dapat admin kumpulkan. Admin blog KT Puisi 2019 juga mengumpulkan gambar-gambar lainnya terkait analisis puisi yang fana adalah waktu dibawah ini. Bahasa Indonesia Smk Puisi Yang Fana Adalah Waktu Karya Sapardi Diksi Dalam Kumpulan Puisi Karya Sapardi Djoko Damono Tinjauan Pdf Sastra Arab Dan Disabilitas Pendekatan Ekspresif Terhadap Analisis Semiotik Makna Salat Dalam Puisi Ketika Engkau Analisis Puisi Jilid 2 Yang Fana Adalah Waktu Suara Kebebasan Yang Fana Adalah Waktu Nice Words Puisi Sajak Dan Kutipan Analisis Semiotik Makna Salat Dalam Puisi Ketika Engkau Analisis Puisi Bapak Baptisku Karya Paulus Bong Belajar Analisis Puisi Sajak Desember Itulah yang admin bisa dapat mengenai analisis puisi yang fana adalah waktu. Terima kasih telah berkunjung ke blog KT Puisi 2019.
BrowseBy Category. Web Kumpulan Skripsi
100% found this document useful 2 votes711 views10 pagesOriginal TitleAnalisis struktur batin puisi yang fana adalah waktuCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes711 views10 pagesAnalisis Struktur Batin Puisi Yang Fana Adalah WaktuOriginal TitleAnalisis struktur batin puisi yang fana adalah waktuJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. y2kzGZo.
  • o7g1e96c2y.pages.dev/184
  • o7g1e96c2y.pages.dev/254
  • o7g1e96c2y.pages.dev/315
  • o7g1e96c2y.pages.dev/350
  • o7g1e96c2y.pages.dev/112
  • o7g1e96c2y.pages.dev/124
  • o7g1e96c2y.pages.dev/129
  • o7g1e96c2y.pages.dev/210
  • o7g1e96c2y.pages.dev/318
  • analisis puisi yang fana adalah waktu