Ma 409 TELENEWS.ID - Musik Dangdut merupakan musik yang tradisional dan sangat populer di Indonesia. Asal muasal Istilah 'dangdut' yaitu merupakan onomatope dari suara permainan alat musik tabla dari India yang menghasilkan bunyi 'ndut'.
US Embassy Jakarta Dangdut Cowboys, grup musik dangdut asal Amerika Serikat ini memeriahkan hubungan bilateral dengan Indonesia dengan AS. Dangdut adalah musik Nusantara yang kian mengglobal. ada di mana-mana, mulai dari angkutan umum hingga hajatan tetangga Anda. Musik populer khas Nusantara ini bisa diterima banyak kalangan karena iramanya yang khas, walau belakangan ini liriknya selalu menggambarkan cinta serong yang menyedihkan. Saking populernya, dangdut memiliki kontes bermusik sendiri seperti Liga Dangdut yang pesertanya bahkan tak hanya dari Indonesia. Dangdut terus berkembang dari masa ke masa dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, tersentuh dengan budaya rok, musik elektronik EDM untuk menciptakan sub-genre baru, dan dikenal di tingkat global berkat TikTok. Bagaimana sejarah perkembangan dangdut bisa lahir? Edhi Susilo dari Lembaga Penelitian Institut Seni Indonesia ISI, Yogyakarta, dalam buku Sejarah dan perkembangan musik dangdutbahwa dangdut berawal dari musik Melayu. Awalnya, nuansa Melayunya sangat terasa sehingga lebih dikenal dengan orkes Melayu, tetapi perkembangan selanjutnya istilah Melayu ditinggalkan dengan dangdut yang lebih populer. Mengutip Ensiklopedi Musik Indonesia, istilah dangdut ini lebih populer dari penggunaan bahasanya pada 1970-an. Istilah ini diadopsi dengan meniru suara gendang dan ketipung yang menjadi perkusi dalam permainannya. Selain itu, gitaris 1960-an Billy Chung, menggunakan istilah dangdut sebagai ejekan terhadap corak musik Melayu yang menggunakan tablah seperti cara bermusik India. Namun, Melayu manakah yang menjadi akar musik dangdut? Susilo menulis, hal itu susah ditebak karena setiap kawasan Melayu, baik di Sumatra dan Semenanjung, memiliki keragaman cara bermusik. Irama Melayu Makalah di jurnal Sejarah dan Budaya yang diterbitkan 30 Desember 2021 oleh para peneliti yang dipimpin Derta Arjaya, alumni Pascasarjana Ilmu Sejarah di Universitas Gadjah Mada, menjabarkan bahwa ada tiga periode dangdut di Indonesia. Periode paling awal adalah irama Melayu atau irama Melayu Deli karena berakar pada musik tradisional Deli sekitar abad ke-19. Irama Deli ini kemudian berkembang pesat seiring digunakan dalam pementasan teater, tulis Derta dan tim, terutama setelah mendapat dukungan dari Sultan Deli dengan menggabungkan gaya sandiwara Penang. BPNB Kalimantan Barat Penampilan orkes Melayu. Gaya bermusik orkes Melayu melahirkan musik dangdut yang terus berkembang. “Lagu Melayu asli biasanya bertempo lambat—merupakan pengaruh dari Teater Bengsawan yang menampilkan adegan-adegan sedih yang disertai dengan lagu-lagu bernada sedih pula,” tulis mereka di makalah berjudul Dangdut Sebuah realita globalisasi kebudayaan Timur dan Barat. “Syair lagu Melayu pada umumnya berasal dari lirik-lirik pantun Melayu yang bernuansa sedih dan sayu. Hal ini cukup menarik untuk diperhatikan, karena pada era 90-an, lirik-lirik lagu dangdut di Indonesia banyak sekali bercerita tentang penderitaan seseorang.” Irama Melayu ini melahirkan ragam versi dari Malaysia, Sumatra Selatan, hingga versi Jakarta. Di Jakarta, percampurannya sangat kompleks berkat peleburan antar etnis sejak pertengahan abad ke-19. Irama ini menjadi kesenian Betawi yang diolah dari pengaruh perkembangan jaman yang berbeda dari daerah lain yang memengaruhinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Musiktradisional merupakan bentuk budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, setiap ciri budaya komunitas penciptanya pastilah berkaitan erat dengannya. Selain tari, pakaian dan adat istiadat lainnya, musik daerah juga merupakan salah satu bentuk representasi budaya daerah. Sejarah musik dangdut – Dangdut adalah salah satu genre musik populer tradisional di Indonesia yang khususnya memiliki unsur musik Hindustan atau India Utara, Melayu serta Arab. Musik dangdut pada umumnya memiliki ciri khas pada dentuman tabla yaitu alat musik perkusi dari India serta gendang. Dangdut juga sangat dipengaruhi oleh lagu-lagu dan musik tradisional India maupun Bollywood. Musik dangdut adalah musik lokal khas Indonesia hasil dari perpaduan musik dari film India dengan Malaysia dan musik rock dari Barat. Perpaduan gaya musik ini digunakan pertama kali di Jakarta pada sekitar akhir tahun 1960-an. Lalu, gaya musik dangdut pun mencapai popularitasnya pada sekitar tahun 1970-an hingga tahun 1980-an. Hingga saat ini, musik dangdut masih banyak digemari oleh berbagai kalangan, namun bagaimana awal mula kemunculan dangdut dan bagaimana sejarah musik dangdut? Simak penjelasannya berikut ini untuk mengetahui sejarah musik dangdut! Sejarah Musik DangdutMusik yang Mempengaruhi Musik Dangdut1. Qasidah2. Gambus3. Musik Melayu Deli4. Irama Amerika LatinPerkembangan Musik Dangdut di Indonesia1. Era tahun 1950 hingga 1960-an2. Era tahun 1960 hingga 1970-an3. Era tahun 1970 hingga 1990-an4. Era tahun 2000-anSubgenre Musik Dangdut1. Dangdut Rohani2. Dangdut KoploPenutupBuku Terkait MusikArtikel Terkait Lirik LaguBuku Terkait MusikArtikel Terkait Musik sumber Penyebutan dari istilah dangdut adalah sebuah onomatope dari suara permainan tabla atau disebut pula dengan nama gendang. Bunyi dari alat musik gendang adalah dang dan dut. Pada mulanya, musik dangdut dikenal dengan nama orkes Melayu atau OM setelah perubahan musik oleh M. Mashabi dan lainnya. Sebetulnya, istilah dangdut pernah digunakan pada orkes Melayu oleh Rhoma Irama dengan perilisan album dengan judul yang sama yaitu Dangdut di tahun 1971. Pada album tersebut, Rhoma Irama memasukan unsur musik rock ke dalam musik orkes Melayu. Kemudian nama dangdut pun disematkan pada Orkes Melayu oleh Putu Wijaya dalam majalah Tempo yang rilis pada 27 Mei tahun 1972, ia menjelaskan bahwa lagu Boneka dari India merupakan campuran dari lagu Melayu, irama padang pasir serta dang ding dut India. Sebutan ini kemudian diringkas menjadi dangdut saja serta oleh majalah Tempo digunakan untuk menyebut bentuk lagu Melayu yang dipengaruhi oleh lagu-lagu India. Setelah mengetahui asal usul istilah penamaan musik dangdut, kemudian bagaimana sejarah dan awal kemunculan dari musik dangdut? Berikut penjelasan tentang sejarah singkat musik dangdut. Sejarah musik dangdut muncul karena terpengaruh oleh musik India melalui sebuah film Bollywood oleh Ellya Khadam dengan lagunya berjudul Boneka India, lagu tersebut populer pada sekitar tahun 1950-an. Dari kepopuleran lagu tersebutlah, kemudian bermunculan artis-artis Orkes Melayu seperti Rhoma Irama pada tahun 1968 sebagai salah satu tokoh utama yang mengusung jenis musik dangdut. Namun, istilah dangdut baru dikenal dengan luas di sekitar tahun 1970-an. Karakter musik dangdut sangat kental dengan nuansa musik dari India, terutama dalam penggunaan alat musik tabla juga pengaruh dari musik Arab dengan cengkok maupun harmonisasi. Perkembangan zaman pada sekitar tahun 1960-an pun turut memiliki andil dalam membuka pintus dari arus pengaruh musik Barat dengan masuknya berbagai macam alat musik modern serta bentuk pemasaran dari musik. Kemudian, pada sekitar tahun 1970-an, musik dangdut bisa dibilang telah cukup matang dalam bentuk musik yang modern. Sebagai salah satu genre musik populer, dangdut memiliki sifat yang sangat terbuka pada pengaruh dari jenis musik lainnya. Seperti keroncong, rock, pop. gambus, langgam bahkan hingga house music. Pada era tersebut hingga saat ini, musik dangdut terus mengalami perkembangan dan mengikuti zaman maupun selera masyarakat. Musik yang Mempengaruhi Musik Dangdut sumber Akan tetapi, secara lebih dalam, sejarah dari musik dangdut tidak dapat dilepaskan begitu saja dari bentuk musik lainnya yang terbentuk lebih awal. Contohnya seperti musik India, irama dari Arab maupun Melayu. Berikut beberapa musik yang mempengaruhi musik dangdut. 1. Qasidah Qasidah masuk ke Nusantara sejak agama Islam dibawa oleh para saudara Arab di tahun 635 serta para saudara Gujarat pada tahun 900 hingga 1200 dan saudagar Persia pada tahun 1300 hingga 1600. Kasidah merupakan seni suara yang bernafaskan agama Islam, di mana pada syair qasidah umumnya mengandung nilai dakwah Islam serta ajakan pada kebaikan. Pada umumnya, syair qasidah dinyanyikan dengan penuh kegembiraan serta iramanya sangat identik nuansa Timur Tengah. Alat musik yang biasa digunakan adalah rebana, alat musik tradisional yang berupa kayu dengan bentuk lingkaran yang telah dilubangi bagian tengahnya, lalu pada bagian tengah tersebut ditutup dengan menggunakan kulit binatang yang telah disamak. Pada zaman modern, lagu-lagu qasidah juga ada yang dinyanyikan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Grup qasidah modern biasanya akan membawa seorang penyanyi utama yang dibantu oleh paduan suara perempuan. Perintis dari musik qasidah modern ialah grup Nasida Ria dari Semarang dengan lagu fenomenalnya berjudul Perdamaian. Qasidah menjadi salah satu musik yang mempengaruhi terbentuknya musik dangdut. 2. Gambus Gambus adalah salah satu cikal bakal yang memberi pengaruh pada musik dangdut. Gambus merupakan sebuah alat musik dari Arab yang berupa gitar, tetapi menghasilkan suara dengan nada-nada rendah. Diperkirakan bahwa alat musik gambus masuk ke Nusantara pada tahun 1879 hingga 188 bersamaan dengan migrasi dari marga Arab Hadramaut serta Mesir. Lalu memasuki abad ke-20, penduduk Arab-Indonesia pun mulai menyukai lagu gambus. Lalu, pada tahun 1930, grup orkes gambus pertama didirikan oleh Syech Albar yaitu ayah dari Ahmad Albar di Surabaya. Ia membuat sebuah rekaman piringan hitam dengan Columbia dan rekaman tersebut laku keras di pasar Malaysia serta Singapura. 3. Musik Melayu Deli Musik Melayu merupakan suatu aliran musik tradisional yang muncul serta berkembang di sekitar wilayah pantai timur Sumatera, Kalimantan serta Semenanjung Malaya. Ciri khas dari musik Melayu ada pada lirik yang disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari dan penuh dengan pesan moral, musik Melayu juga dinyanyikan teknik vokal khas Melayu yaitu dengan cengkok serta memiliki aransemen yang tersusun dengan rapi. Pada mulanya, alat musik yang digunakan dalam musik Melayu adalah biola, gambus, rebana, gong, serunai dan akordion atau alat musik yang mendapatkan pengaruh dari budaya Arab serta Eropa tradisional. Seiring dengan perkembangan zaman, alat musik tersebut lalu diganti dengan alat musik modern seperti keyboard, gitar dan lainnya. Pada masa-masa musik populer menginvasi Nusantara, musik Melayu mengalami penurunan dikarenakan gaya musiknya telah bercampur dengan aliran musik rock, pop dan menjadi cikal bakal dari musik dangdut. 4. Irama Amerika Latin Irama musik dari Amerika Latin juga ikut mempengaruhi perkembangan dari musik dangdut. Di tahun 1950-an musik Amerika Latin mulai masuk ke Indonesia oleh beberapa komponis dari Amerika Latin. Musik-musik tersebutlah yang kemudian menjadi sangat lekat dengan masyarakat Indonesia dan ikut memberi pengaruh pada unsur musik dangdut. Perkembangan Musik Dangdut di Indonesia Sumber Setelah muncul di Indonesia, musik dangdut terus mengalami perkembangan dan bahkan memiliki banyak penggemar dari segala usia. Bagaimana perkembangan musik dangdut dari masa ke masa? Simak penjelasannya berikut ini. 1. Era tahun 1950 hingga 1960-an Pada era ini, film Bollywood yang berasal dari India sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Pada film-film Bollywood tersebut, biasanya menonjolkan lagu yang ada pada setiap scene filmnya, sehingga lagu tersebut ikut andil dan berpengaruh pada perkembangan musik dangdut di Indonesia. Terutama pada era tersebut, orkes Melayu pun juga mulai berkembang di beberapa daerah di Jakarta dan seringkali memainkan lagu-lagu Melayu Deli yang khas dari Sumatera. Di tahun tahun 1950-an, muncul seorang penyanyi yang bergabung dengan sebuah Orkes Melayu Kelana Ria bernama Ellya Khadam. Kemunculan dari Ellya Khadam ini rupanya berhasil membuat lagu dangdut populer di Nusantara dan digemari oleh orang-orang ibukota ada saat itu. Beberapa lagu dari Ellya Khadam yang cukup populer adalah Bonek dari India, Pergi Tanpa, Termenung dan Djanji. Kemunculan dari artis Ellya Khadam ini disebut-sebut sebagai awal dari kehadiran musik dangdut di Indonesia. 2. Era tahun 1960 hingga 1970-an Pada era ini, musik dangdut telah berkembang. Selain itu, musik dangdut tidak hanya mendapatkan pengaruh dari musik India saja, tetapi juga mendapat pengaruh dari musik Arab, terutama pada bagian teknik vokal berupa cengkok penyanyi serta harmonisasi nada. Pada masa tersebut, mulai bermunculan penyanyi dangdut selain Ellya Khadam seperti Rhoma Irama, Meggy Z, A. Rafiq dan masih banyak lagi penyanyi dangdut lainnya. Bahkan para penyanyi dangdut tersebut telah berhasil mengembangkan musik dangdut menjadi aliran musik yang lebih bervariatif, contohnya penyanyi A. Rafiq yang menambahkan unsur musik Rock Amerika sebagai ciri khasnya ketika bernyanyi dan mendapatkan julukan sebagai Elvis Presley Indonesia. Lalu, tepat pada akhir tahun 1960-an, akibat adanya arus dari perubahan politik di Indonesia, maka musik-musik barat pun ikut masuk ke Indonesia dan muncul alat musik gitar elektrik. Setelah itu, alat musik gitar elektrik ini seri dijadikan dengan unsur penambah bagi para penyanyi dangdut. 3. Era tahun 1970 hingga 1990-an Di awal tahun 1970, musik dangdut semakin berkembang dengan pesat di Indonesia. Perkembangan tersebut dapat dilihat dengan adanya banyak konser dangdut, penjualan kaset hingga penggemar dangdut yang meningkat. Bahkan tidak jarang pula para penyanyi dangdut Indonesia mengadakan konser di luar negeri, seperti Rita Sugiarto dan Rhoma Irama yang mengadakan konser di Melbourn, Manila hingga Tokyo. Pada tahun 1979, majalah Tempo menyebutkan bahwa tahun tersebut adalah tahun dangdut, karena musik dangdut mampu menguasai industri musik Indonesia. Oleh sebab itu, pada era tersebut musik Indonesia didominasi oleh Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih. 4. Era tahun 2000-an Pada era tahun 2000-an, musik dangdung mengalami beberapa perubahan, terutama pada aransemennya. Hal ini karena muncul rasa jenuh karena musik dangdut original dari pendengarnya, oleh karena itu para musisi dangdut di Jawa Timur pun mulai mengembangkan subgenre dari musik dangdut yang disebut dengan dangdut koplo. Dangdut koplo menjadi subgenre karena memiliki perbedaan pada irama gendangnya yang khas. Selain irama gendang yang khas, ciri lain dari dangdut koplo adalah penampilan para penyanyi yang biasanya mengenakan pakaian terbuka, hingga memunculkan kontroversi. Dangdut koplo biasanya menggunakan permainan irama gendang 4/4, sehingga musik dangdut koplo terdengar lebih padat serta cepat. Hal inilah yang membuat pendengar dangdut koplo menjadi merasa hanyut dan ikut bergoyang. Subgenre Musik Dangdut Sumber Seperti halnya genre musik yang lain, ketika aliran musik dangdut mulai populer, maka para musisi pun ikut mengembangkan musik dangdut, sehingga muncul berbagai macam variasi atau biasa disebut dengan subgenre. Pada musik dangdut, ada dua subgenre yaitu dangdut rohani dan dangdut koplo. Berikut penjelasannya. 1. Dangdut Rohani Dangdut rohani dianggap sebagai arah lirik khusus. Ketika sebagian besar dari lagu dangdut yang ada pada saat itu menceritakan mengenai hubungan pacar, dangdut rohani tertuju pada Tuhan. Sumbangan utama dari munculnya subgenre dangdut rohani dibuat oleh Rhoma Irama dengan beberapa albumnya berjudul Takbir Lebaran Haji, Baca, Haji, Haram dan Shalawat Nabi. Dari album-album tersebutlah, dangdut pun menjadi media dakwah dan musik rohani yang memiliki lirik lagu rohani. Lirik-lirik dari dangdut rohani diciptakan dan dikeluarkan sendiri oleh Rhoma Irama. Contoh lain dari dangdut rohani adalah Suratan Diri oleh Ria Amelia, Rezeki Takkan Tertukar oleh Bebizie, Surga Dunia oleh Dewi Persik, Hidayah dan Takdir oleh Dinda Permata, Mari Bertaqwa dan Nabi Muhammad Mataharinya Dunia oleh Nella Kharisma dan lain sebagainya. 2. Dangdut Koplo Seperti yang telah dijelaskan di awal, bahwa pada tahun 2000-an mulai muncul subgenre dari musik dangdut yaitu dangdut koplo yang identik dengan ketukan gendang dan tarian dari para penyanyinya. Dangdut koplo ini sempat menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia pada saat itu. Pada mulanya dangdut koplo adalah subgenre musik dangdut, tetapi dangdut koplo ini semakin berkembang dan populer setelah kemunculan Inul Daratista yang hadir dengan gerakan bor ikoniknya. Pro dan kontra dari dangdut koplo tersebut sempat terjadi pada sebuah seminar yang diadakan oleh Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia PAMMI yang diketuai oleh Rhoma Irama. Pada seminar tersebut, Rhoma menyebutkan bahwa dangdut koplo tidak termasuk dalam musik dangdut. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Rhoma usai kemunculan Inul di tahun 2003 dan populer karena Goyang Ngebornya. Inul dan goyang ngebor tersebut dianggap telah mencemari dangdut yang berkembang pada era-era sebelumnya. Sebelum muncul dangdut koplo, musik dangdut memang digunakan sebagai salah satu media dakwah yang banyak mengusung nilai moral, sedangkan penampilan Inul justru bertentangan dan dianggap memunculkan kesan seronok dan erotis. Akan tetapi, dengan perkembangan zaman, mulai bermunculan berbagai macam penelitian yang membahas mengenai dangdut koplo dan menelisik apakah dangdut koplo termasuk dalam subgenre musik dangdut ataupun tidak. Kata koplo sebenarnya berasal dari bahasa Jawa yang artinya adalah bodoh atau dungu. Jadi, dapat dikatakan bahwa dangdut koplo dapat membuat pendengar merasa mabuk karena zaman edan di masa tersebut. Para musisi dangdut koplo pun telah mencoba menyelamatkan’ para pendengarnya dari kegilaan sosial dengan meredam tingkat stress masyarakat pada saat itu, dikarenakan dampak dari sosial politik pasca Orde Baru. Bahkan, sempat ada kutipan dari Weintraub dalam karya ilmiahnya berjudul The Sound and Spectacle of Dangdut Koplo Genre and Counter Genre in East Java, Indonesia yang mendukung bahwa dangdut koplo bukanlah genre yang berbeda dari dangdut. Meskipun terlihat cenderung erotis dan memiliki tempo lebih cepat. Penutup Itulah sejarah musik dangdut dan perkembangannya di Indonesia. Apabila Grameds tertarik dengan materi musik seperti dangdut, maka Grameds bisa mempelajari dan mengulik lebih lanjut dengan membaca buku. Sebagai SahabatTanpaBatas, menyediakan berbagai macam buku musik untuk Grameds. Membaca banyak buku dan artikel tidak akan pernah merugikan kalian, karena Grameds akan mendapatkan informasi dan pengetahuan LebihDenganMembaca. Penulis Khansa Baca juga ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Makapada jaman 1990 mulailah era baru lagi yaitu Musik Dangdut yang banyak dipengaruhi musik Tradisional yaitu Irama Gamelan yaitu Kesenian Musik asli budaya jawa maka pada masa ini Musik Dangdut mulai berasimilasi dengan Seni Gamelan, dan terbentuklah suatu aliran musik baru yaitu Musik Dangdut Camputsari atau Dangdut Campursari.
DANGDUT merupakan salah satu dari genre seni musik populer tradisional Indonesia. Irama musiknya sangat identik dengan ciri dentuman tabla alat musik perkusi India dan gendang. Jenis musik ini bahkan dianggap sebagai musik khas dari Indonesia. Tapi tahukah anda tentang asal usul genre musik ini ? Yuk kita kupas. Pernah dengar istilah Nasida Ria dengan “gaya” baru? Jawabannya bisa mengetik “Qasima” di kolom pencarian YouTube, maka muncul deretan rekaman video yang menampilkan gadis-gadis muda berhijab layaknya kelompok Nasida Ria yang begitu populer sejak era 1970-an. Qasima memang bukan Nasida Ria yang begitu melegenda dengan lagu-lagu religi Islam. Kelompok musik ini menyuguhkan nada-nada asmara dengan alunan dangdut, bahkan sesekali dimainkan dengan versi “koplo”. Suguhan yang cukup kontras dengan busana muslimah yang dikenakan para personil Qasima. Grup ini memang mengadopsi gaya panggung Nasida Ria. Hanya saja, mereka tampaknya ingin tampil beda dengan membawakan tembang-tembang yang bisa mendorong pinggul untuk bergoyang. Para kaum hawa dengan menyandang gitar, menepuk ketipung, meniup seruling, terlebih lagi menggebuk drum, semuanya berjilbab menjadi tontonan alternatif untuk grup dangdut yang umumnya didominasi pria. Grup asal Magelang ini juga menyuguhkan genre musik qasidah, pop, bahkan rock, tapi judul-judul lagu yang mereka bawakan didominasi oleh tema percintaan, seperti Kelangan Kehilangan, Cinta dan Dilema, Karena Cinta Terlarang, Tembang Tresno, dan lainnya. Apa yang dilakukan Qasima dengan menyadur gaya Nasida Ria walaupun dengan warna yang berbeda bukan hal asing, sosok penyanyi dangdut A. Rafiq dengan gaya Elvis Presley era 1980-an bisa jadi contohnya. Apa yang dipertontonkan oleh Qasima itu justru menjadi keistimewaan dangdut yang tidak dimiliki oleh aliran musik lain, yakni fleksibel lagi dinamis. Jenis musik yang kerap dituding tidak berkelas ini memang juara jika bicara soal keluwesan. Dangdut bisa dipadukan dengan apapun, dari keroncong sampai musik cadas. Itulah yang boleh jadi menjadi alasan mengapa dangdut selalu ada di setiap titik masa dalam sejarah musik Indonesia, karena bisa menyentuh berbagai kemasan termasuk untuk kepentingan berdakwah. Ada masa di mana dangdut diidentikkan sebagai jenis musik santun, sempat pula dianggap sebagai antithesis untuk melawan musik rock yang seringkali dituding liar lagi brutal. Bahkan, dangdut pernah menjadi media yang cukup efektif untuk berdakwah, menyebarkan nilai-nilai keagamaan, khususnya ajaran Islam. Pada era 1960-an, tersebutlah biduan bernama Rofiqoh. Ia lebih dikenal sebagai Rofiqoh Dharto Wahab dengan menyertakan nama suaminya. Rofiqoh bolehlah disebut sebagai pelopor musik dangdut religi di Indonesia. Ia adalah penyanyi qasidah dan gambus yang juga seorang qoriah berbakat. Bahkan, seperti disebut oleh Jajat Burhanuddin 2002 dalam buku Ulama Perempuan Indonesia, Rofiqoh sah-sah saja dikategorikan sebagai mubalig jika mengikuti alur gradasi definisi tentang pengertian ulama yang kini semakin luas dan cenderung bisa disematkan kepada orang-orang yang menyiarkan ajaran agama, dalam konteks apapun. Di periode selanjutnya, muncullah nama Rhoma Irama dengan Soneta Grupnya, grup dangdut yang dibentuk pada 13 Oktober 1973. Meskipun juga sering menciptakan lagu-lagu bertema asmara, tapi pria bernama lahir Raden Irama alias Oma ini dikenal pula sebagai musisi dangdut sekaligus seorang pendakwah. Sejak debutnya pada awal dekade 1970-an itu, Rhoma sudah menggunakan jargon “Voice of Moslem”. Berdakwah lewat dangdut ternyata sangat digemari. Buktinya, pada 1984, penggemar Rhoma dan Soneta tidak kurang dari 15 juta orang atau 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia saat itu Tempo, 30 Juni 1984. Dari situ pula ia memperoleh julukan Raja Dangdut. Di kurun yang sama dengan masa kemunculan Rhoma Irama, lahir pula Nasida Ria, dibentuk pada 1975 di Semarang. Grup yang beranggotakan 9 muslimah ini mengusung musik qasidah dengan gaya Timur Tengah dan memakai alat-alat musik modern Ziauddin Sardar & Robin Yassin Kassab, Muslim Archipelago, 2013. Rhoma Irama dan Soneta maupun Nasida Ria melahirkan lagu-lagu Islami yang masih terjaga kesakralannya hingga kini. Mereka pun masih eksis dengan menerapkan regenerasi kendati sulit untuk mencapai ketenaran seperti dulu. Akar lahirnya dangdut di Indonesia disebut-sebut mulai muncul pada dekade 1940-an, bermula dari musik Melayu yang cukup populer di Indonesia bagian barat. Kala itu, belum lahir istilah dangdut, orang-orang menyebutnya dengan nama musik Melayu-Deli Balai Bahasa Yogyakarta, Dari Tradisi ke Modernisasi, 2009. Musik Melayu-Deli itu sebetulnya mirip dengan keroncong. William H. Frederick 1982 dalam Rhoma Irama and the Dangdut Style Aspects of Contemporary Indonesian Popular Culture, bahkan menyebut musik keroncong di era itu dikatakan sebagai orkes melayu. Orkes melayu atau yang biasa disingkat inilah yang nantinya menjadi istilah untuk menamakan grup atau kelompok musik ber-genre dangdut, bahkan sampai saat ini. Para penggemar dangdut tentunya akrab dengan grup-grup macam Monata, Sera, Sagita, Palapa, Latansa, dan sejenisnya. Stigma kacangan musik dangdut ada benarnya juga, seperti yang pernah disandang keroncong. Di era kolonial, keroncong –yang notabene pendahulu dangdut– dipandang oleh masyarakat kelas atas, yakni bangsa Eropa/Belanda, secara hina sebagai produk kehidupan kelas kampung Pesan-pesan Budaya Lagu-lagu Pop Dangdut dan Pengaruhnya, 1995. Kendati begitu, dangdut tak pernah mati. Bahkan sejak dalam wujud embrio, dangdut secara elastis mampu beradaptasi dengan perkembangan musik global dan akhirnya terlahir sebagai jenis musik sendiri. Di masa awalnya, dangdut –yang berangkat dari musik Melayu dan keroncong– berbaur pula dengan jenis musik lainnya, semisal musik dari India, Timur-Tengah, bahkan Latin Max Richter, Musical Worlds in Yogyakarta, 2012. Dari rezim ke rezim, dangdut berkembang mengiringi zaman. Saat industri musik Indonesia dijejali lagu-lagu pop cengeng ala Rinto Harahap pada dasawarsa 1980-an, dangdut juga ikut menceburkan diri kendati dengan format yang berbeda. Begitu pula di era-era berikutnya di mana dangdut masih terus disuka walaupun hadir dengan wujud yang tidak selalu sama, termasuk dengan kemunculan Inul Daratista sejak milenium baru abad ke-21. Inul memang membikin heboh sekaligus menuai kecam dengan goyang ngebor-nya di awal era 2000-an itu yang lantas disusul dengan membanjirnya ragam jenis goyangan lainnya oleh para biduan wanita baru. Meskipun dicerca, bahkan sempat dicekal oleh sang raja dangdut Rhoma Irama, Inul tetap bertahan. Biduan asal Pasuruan, Jawa Timur ini bersikukuh ingin mengembalikan dangdut kepada akarnya, yakni sebagai musik rakyat Rudi Gunawan, Mengebor Kemunafikan Inul, Seks, dan Kekuasaan, 2003. Masyarakat Indonesia tidak sedikit yang menyukai dangdut gaya baru yang ditawarkan Inul. Dangdut terus melaju dan menggulung jenis musik apapun yang menghadangnya. Maka tidak heran jika kini dikenal banyak varian dangdut, sebutlah dangdut Jawa campursari, dangdut house, dangdut disko, dangdut koplo, dangdut metal, rock dangdut, dan seterusnya, hingga yang terbaru Nasida Ria versi kekinian alias Qasima. Namun secara lebih dalam, sejarah musik dangdut tak bisa begitu saja dilepaskan dari pengaruh bentuk musik-musik lain yang terbentuk lebih awal. Seperti yang sudah disinggung di awal, musik dangdut sangat dipengaruhi musik India, irama Arab, dan Melayu. Secara lebih lengkapnya, perlu kiranya kita simak latar belakang musik-musik tersebut yang mempengaruhi musik dangdut. Kasidah Kasidah masuk ke Nusantara semenjak Agama islam dibawa oleh saudagar Arab pada tahun 635, juga saudagar Gujarat tahun 900-1200, dan saudagar Persia tahun 1300-1600. Kasidah adalah seni suara yang bernafaskan Islam, di mana pada syair-syairnya mengandung nilai-nilai dakwah Islam dan ajakan kepada kebaikan. Biasanya, syair-syair kasidah dinyanyikan dengan penuh kegembiraan dan iramanya sangat identik dengan nuansa Timur Tengah. Alat musik yang digunakan adalah rebana, alat musik tradisional yang berupa kayu berbentuk lingkaran yang dilubangi tengahnya, kemudian di bagian tengah tersebut ditutup dengan kulit binatang yang sudah disamak. Di zaman modern, lagu-lagu qasidah juga dibawakan dalam bahasa Indonesia. Grup kasidah modern membawa seorang penyanyi utama yang dibantu paduan suara wanita. Selain rebana, alat musik juga menggunakan alat-alat modern seperti biola, gitar, keyboard, dan flute. Perintis musik kasidah modern adalah grup Nasida Ria dari Semarang dengan lagu fenomenalnya “Perdamaian”. Grup-grup musik yang juga turut andil mengusung musik qasidah di antaranya Bimbo, Koes Plus, dan AKA. Kasidah merupakan salah satu cikal bakal yang membentuk bentuk musik baru, yaitu dangdut. Gambus Gambus juga merupakan salah satu cikal bakal yang turut mempengaruhi musik dangdut. Gambus adalah sebuah alat musik Arab seperti gitar, namun menghasilkan suara nada rendah. Diperkirakan alat musik gambus masuk ke Nusantara sejak tahun 1870 hingga 1888 bersama migrasi marga Arab Hadramaut dan Mesir. Memasuki abad 20, penduduk Arab-Indonesia mulai gemar mendengarkan lagu gambus. Kemudian pada tahun 1930, grup orkes gambus pertama didirikan oleh Syech Albar ayah Ahmad Albar di Surabaya. Ia membuat rekaman piringan hitam dengan Columbia dan laku di pasaran Malaysia dan Singapura. Musik Melayu Deli Musik Melayu adalah sebuah aliran musik tradisional yang muncul dan berkembang di wilayah pantai timur Sumatera, kalimantan, dan Semenanjung Malaya. Ciri khas dari musik Melayu terletak pada lirik yang menyesuaikan dengan kehidupan sehari-hari nan penuh dengan pesan moral, dinyanyikan dengan vokal khas cengkok Melayu, dan aransemen yang tersusun rapi. Pada awalnya, alat musik yang digunakan berupa rebana, gambus, biola, akordion, gong, dan serunai, yang merupakan pengaruh dari budaya Arab dan Eropa tradisional. Seiring perkembangan teknologi, alat musik tersebut kemudian digantikan dengan alat-alat musik modern seperti gitar, keyboard, dan lainnya. Di masa-masa musik populer menginvasi Nusantara, musik Melayu mengalami keberingsutan gaya musik karena telah tercampur dengan aliran musik pop, rock, dan menjadi cikal bakal musik dangdut. Musik Melayu dapat dijumpai di negara-negara serumpun Melayu, seperti Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Irama Amerika Latin Irama musik Amerika Latin juga turut mempengaruhi perkembangan musik dangdut di antara jenis-jenis musik lain. Pada tahun 1950-an, musik Amerika Latin masuk ke Indonesia oleh beberapa komponis Amerika Latin. Musik-musik tersebut kemudian menjadi begitu lekat dengan orang Indonesia dan turut memberikan pengaruh pada unsur sebagian musik dangdut. Campursari Musik dangdut bersifat begitu elastis dan fleksibel dalam mempengaruhi dan dipengaruhi oleh musik lain. Lagu-lagu Barat tahun 1960-an dan 70-an banyak yang didangdutkan. Aliran musik gambus dan qasidah secara perlahan hanyut dalam arus musik dangdut. Begitu juga musik modern misal musik rock, pop, disco, house music juga tak ketinggalan bersenyawa dengan baik dalam musik dangdut. Aliran campuran antara musik rock dan dangdut secara tak resmi disebut rockdut’. Musik-musik daerah seperti jaipongan, tarling, keroncong, dan langgam Jawa bercampur dengan musik dangdut menjadi bentuk musik baru, campur sari, dengan tokohnya Didi Kempot. Dangdut Koplo Musik koplo atau dangdut koplo adalah sub aliran dari genre dangdut. Ciri khas yang menandakan musik koplo adalah irama dengan tempo yang lebih cepat. Aliran ini dipopulerkan oleh grup Orkes Melayu yang merajai panggung musik wilayah Pulau Jawa, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah. Memasuki abad 21, seiring dengan kejenuhan musik dangdut murni, musisi di Jawa Timur di daerah pesisir Pantura mulai mengembangkan bentuk musik dangdut gaya baru yang dikenal dengan musik dangdut koplo. Dangdut koplo adalah mutasi dari musik dangdut setelah era congdut dangdut campursari. Sekira dua tahun setelah kemunculannya, musik koplo semakin mendapat tempat di hati masyarakat dengan melebarnya area kekuasaannya hingga ke beberapa wilayah seperti Yogyakarta dan beberapa kota di Jawa Tengah. Salah satu hal yang membuat aliran ini cepat meluas dan sukses di banyak daerah adalah maraknya VCD bajakan yang begitu mudah dan murah didapatkan sebagai alternatif hiburan masyarakat dari kaset-kaset original yang mahal. Selain kaset bajakan, popularitas dangdut koplo juga berkat fenomena goyang ngebornya Inul Daratista. Kehebohan Inul secara praktis tercium juga oleh beberapa media televisi swasta nasional. Dari sana, masyarakat Indonesia semakin lebih mengenal dangdut koplo dibandingkan musik dangdut murni itu sendiri. Menikmati musik dangdut sekarang lebih mudah. Berbagai media sekarang bisa kamu nikmati dengan mudah. Mulai dari TV, portal streaming video, atau media sosial yang selalu bisa kamu akses di mana pun kamu berada. Nah, kalo misalnya kamu lagi bosen banget buat nonton Youtube atau televisi, kamu masih punya alternatif buat dengerin musik atau radio. Salah satu rekomendasi salurån radio dangdut adalah RDI Radio Dangdut Indonesia. RDI adalah sebuah stasiun radio yang di bawah naungan MNC Radio Networks milik MNC dan kakak perusahaan PT. Serum Nagari Buana. Dulu dikenal dengan sebutan Radio Monalisa, kemudian Radio Dangdut TPI. Disiarkan dari Ibu Kota Jakarta, Radio Dangdut Indonesia mengudara non-stop 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Radio ini menyajikan musik dangdut, pop hits, dan musik melayu, dengan target pendengar muda dari semua kalangan. RDI bisa kamu dengarkan di FM atau streaming di sini [KLIK]. Referensi [1] Sejarah Dangdut, dari Dakwah Hingga Goyang [2] Mengenang Kembali Sejarah Musik Dangdut dan Perkembangannya Sejarahdan Perkembangan Alat Musik Kendang Untuk iringi musik musik dangdut maupun jaipong atau musik tradisional lainya termasuk tarian daerah; Nah itulah jenis jenis kendang yang ada di Indonesia. Kendang merupakan alat musik khas dan tradisional yang sangat populer bagi masyarakat maupun pelaku seni yang harus senantiasa Dangdut merupakan salah satu genre musik tradisional populer dari Indonesia yang berakar pada musik-musik Malay, Hindustani, dan Arab. Unsur Arab pada genre musik ini muncul dari pedagang-pedagang yang berasal dari Gujarat seiring dengan penyebaran agama Islam oleh mereka. Selain dari pedagang Gujarat, yang menjadi pengaruh besar lainnya adalah musik-musik India yang digunakan dalam film-film Bollywood, sebelum akhirnya sejarah musik dangdut dimulai pada tahun 1968. Genre musik ini amat sangat populer karena vokalnya dan instrumen yang digunakan sangat melodis, terutama tabla. Perjalanan Musik Dangdut di Indonesia Pada tahun 635, sangat banyak saudagar-saudagar Arab yang muncul di Indonesia. Meskipun tujuan awal mereka adalah berdagang, mereka juga menyelipkan beberapa ilmu tentang Islam dimana ini juga menjadi awal penyebaran agama Islam di Indonesia. Seiring dengan berkembangnya agama Islam, para saudagar dari Arab ini juga memperkenalkan Qasidah. Qasidah yang awalnya diperkenalkan oleh saudagar Arab kembali diperkuat dengan munculnya saudagar dari Gujarat pada tahun 900 hingga tahun 1200 dan disusul oleh saudagar dari Persia pada tahun 1300 hingga tahun 1600. Pada tahun 1870, musik dangdut masih terus dierami dengan masuknya tren alat musik bernama Gambus yang berasal dari Arab. Alat musik tersebut memiliki bentuk seperti gitar, tapi suaranya rendah. Alat musik ini masuk bersamaan dengan migrasinya orang-orang Arab dengan marga Hadramaut dan orang Mesir setelah dibukanya terusan Suez dan dibangunnya pelabuhan Tanjung Priok tahun 1877 serta saat Koninklijke Paketvaart Maatschappij Perusahaan Pelayaran Kerajaan KPM pada tahun 1888. Saat itu, para musisi Arab menggunakan gambus sebagai iringan saat mendendangkan musik mereka. Pada awal abad ke-20, lagu dengan iringan gambus menjadi sangat terkenal di kalangan masyarakat Arab-Indonesia. Melihat perkembangan musik gambus ini, Syech Albar yang merupakan ayah dari musisi Ahmad Albar memutuskan untuk membuat sebuah orkes gambus yang bermarkas di Surabaya. Kesuksesan orkes gambus milik Syech Albar ini membawanya melakukan rekaman dengan media piringan hitam dan Columbia yang terjual sangat cepat di Singapura dan Malaysia pada tahun 1930. Satu tahun kemudian, musik Melayu Deli muncul di Sumatera Utara pada tahun 1940 dan diprakarsai oleh Muhammad Mashabi bersama dengan Husein Bawafie. Musik ini lalu berkembang terus ke Jakarta bersamaan dengan dibentuknya Orkes Melayu. Aliran musik baru masuk lagi ke Indonesia pada tahun 1950. Musik yang dibawa oleh Edmundo Ros, Xavier Cugat, Perez Prado, dan Los Panchos merupakan musik Amerika Latin yang kemudian menjadi lekat dengan telinga orang Indonesia. Pada masa ini, sejarah musik dangdut kembali berubah karena musiknya sudah berbeda jauh dengan musik Melayu yang menjadi acuannya meski masih terasa gaya Melayu di dalamnya. Sebenarnya pupuk-pupuk dangdut telah muncul sejak lahirnya musik Melayu Deli pada 1940. Hal ini terjadi karena beberapa orang senang bereksperimen dengan aliran-aliran musik yang pernah ada di Indonesia seperti musik India. Perkembangan ini juga semakin pesat karena didorong dengan politik anti-Barat yang selalu dicetuskan oleh Soekarno. Masa ini mencatat nama-nama besar seperti Said Effendi dengan lagu Seroja-nya, P. Ramlee dari Malaya serta Husein Bawafie yang merupakan salah satu penulis lagu terkenal. Pada tahun 1968 akhirnya musik dangdut telah selesai digodok dan mulai muncul ke permukaan. Salah satu tokoh kunci dalam lahirnya musik dangdut ini adalah Rhoma Irama dengan Soneta Group pimpinannya. Dua tahun kemudian mulai muncul nama-nama yang sampai sekarang masih terkenal seperti Mansyur S., A. Rafiq, dan Muchsin Alatas. Pada tahun 1970 juga dangdut menjadi jauh lebih modern karena politik Indonesia pada masa itu mulai ramah terhadap budaya-budaya yang dibawa dari Barat seperti gitar listrik, perkusi, saksofon, dan organ elektrik. Alat-alat musik baru tersebut semakin membuka peluang variasi bagi musik dangdut ini. Pada tahun 1970-an juga mula ada pengaruh musik rock dalam cara permainan gitar untuk dangdut, sehingga masa itu juga menjadi medan perang antara rock dengan dangdut. Karena perang ini juga sempat diadakan konser “duel” God Bless melawan Soneta Group. Hal-hal tersebut yang mengubah dangdut dan memisahkannya dengan musik Melayu secara keseluruhan. Sekitar akhir 1970-an juga muncul variasi baru dari dangdut, yaitu dangdut humor dan dimotori oleh sebuah orkes melayu yang bernama Pancaran Sinar Petromaks PSP. PSP sendiri berawal dengan gaya melayu deli untuk membantu perkembangan musik dangdut agar bisa lebih dinikmati oleh para mahasiswa. Variasi dangdut ini terus berlanjut oleh Pengantar Minum Racun PMR pada paruh akhir dekade 1980 dan Pemuda Harapan Bangsa PHB di tahun 2000-an. Pada tahun 2000, muncul lagi variasi baru yang mewarnai sejarah musik dangdut yaitu dangdut koplo. Baru setelah tahun 2002 variasi ini mulai menggoyang kancah dunia perdangdutan dengan kesuksesannya yang diprakarsai oleh vcd bajakan yang luar biasa murah. Murahnya vcd bajakan dangdut koplo ini menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat dengan tingkat perekonomian menengah kebawah jika dibandingkan dengan mahalnya harga vcd/dvd original milik artis-artis nasional. Hal lain yang membuat dangdut koplo ini terkenal adalah fenomena Inul Daratista dengan “goyang ngebor” nya terlebih setelah ia mulai muncul di layar kaca Indonesia. Dengan setiap hal baru, tentu saja muncul pro kontra dimana kali ini kontra muncul dari Rhoma Irama yang menentang Inul dan goyang ngebornya karena ia berpendapat bisa terjadi dekadensi moral. Terlepas dari seluruh kontroversinya, dangdut koplo sebagai variasi tetap bisa hidup hingga saat ini. Navigasi tulisan Let's Practice! MusikDangdut a. Pengertian Musik Dangdut Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik Indonesia dan musik populer tradisional yang sebagian berasal dari musik Hindustan, Melayu, dan Arab. Dangdut bercirikan dentuman tabla dan gendang. Dangdut juga dipengaruhi musik India melalui film Bollywood oleh Ellya Khadam dengan lagu Boneka India, dan terakhir lahir sebagai Dangdut tahun 1968

Pengertian Musik Dangdut – Musik Dangdut merupakan salah satu genre musik tradisional Indonesia. Musik India, musik Melayu dan musik Arab sangat mempengaruhi genre musik Dangdut ini Dangdut sangat digemari di Indonesia karena lagu-lagu dan musiknya yang heran jika lagu Dangdut banyak yang populer bahkan menjadi lagu hits di Indonesia. Musik Dangdut mengkombinasi antara musik Melayu dan juga musik India, lalu musik Dangdut berkembang dan menghadirkan ciri khasnya yang berbeda dengan musik dan pendengar musik Dangdut ini agar menggoyangkan anggota badannya karena memang irama musik Dangdut ini yang ringan. Liriknya yang sederhana pun membuat musik Dangdut ini sangat mudah diterima oleh Juga Pengertian Musikalisasi PuisiPengertian Musik TradisionalPengertian Musik RockPengertian Musik VokalPengertian Musik AnsambelPengertian Musik ModernPengertian Musik Band IndiePengertian Musik MancanegaraPengertian Musik MelayuPengertian Musik KreasiPengertian Musik TanjidorPengertian Musik RakyatPengertian Musik NusantaraPengertian Musik Hip-HopMusik dangdut adalah jenis musik yang berasal dari Indonesia dan merupakan perpaduan antara musik tradisional Indonesia dan musik “dangdut” sendiri berasal dari kata “dang” yang bermakna irama atau ritme, dan “dut” yang bermakna tuts-tuts nada di dalam dangdut biasanya menggunakan alat musik seperti gendang, kendang, keyboard, gitar, dan biola, dan memiliki irama yang khas dengan tempo yang cukup cepat dan ritme yang sangat dangdut sering digunakan sebagai musik tari dan juga dipopulerkan oleh penyanyi-penyanyi Indonesia yang terkenal. Musik dangdut telah menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia dan menjadi populer di dalam dan luar Musik DangdutSejarah musik dangdut dimulai pada tahun 1960-an di Indonesia, yang saat itu sedang mengalami periode modernisasi dan pengaruh budaya asing yang dangdut awalnya terinspirasi oleh musik India dan Melayu, serta berbagai jenis musik tradisional Indonesia seperti gamelan dan awalnya, musik dangdut banyak dimainkan di kafe-kafe dan tempat hiburan malam di kota-kota besar seperti Jakarta dan tahun 1970-an, musik dangdut semakin populer dan mulai masuk ke dunia rekaman. Pada dekade tersebut, lagu dangdut yang populer di antaranya adalah “Bunga Dahlia” yang dinyanyikan oleh penyanyi terkenal Elvy dekade 1980-an, musik dangdut semakin merajalela di Indonesia dan menjadi sangat populer. Hal ini disebabkan oleh munculnya beberapa penyanyi dangdut yang terkenal seperti Rhoma Irama, Inul Daratista, dan Rita Sugiarto. Rhoma Irama terkenal sebagai “Raja Dangdut” dan telah menelurkan banyak lagu hits dan film dangdut yang populer pada masa dengan perkembangan teknologi dan industri musik, musik dangdut semakin berkembang dan bervariasi dalam bentuk dan ini, musik dangdut masih sangat populer di Indonesia dan terus berkembang dengan menggabungkan unsur-unsur musik modern seperti pop, rock, dan Musik DangdutPerkembangan musik dangdut terus berlangsung hingga saat ini. Berikut adalah beberapa perkembangan penting dalam musik dangdut1. Era Golden DangdutDekade 1970-an hingga 1980-an merupakan masa kejayaan musik dangdut. Pada periode ini, banyak penyanyi dangdut yang terkenal seperti Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, dan Rita Sugiarto. Musik dangdut pada era ini masih sangat dipengaruhi oleh musik Melayu dan Era Modern DangdutPada dekade 1990-an, musik dangdut mulai berkembang ke arah yang lebih modern dengan penggunaan teknologi rekaman yang lebih canggih. Lagu dangdut pada era ini semakin dipengaruhi oleh musik pop dan Era Inovasi DangdutDekade 2000-an merupakan masa di mana musik dangdut semakin inovatif dalam bentuk dan gaya. Salah satu contohnya adalah penggunaan koplo, yaitu gaya dangdut yang berasal dari Jawa Timur dan menggunakan alat musik kendang sebagai pengganti Era Kontemporer DangdutPada era ini, musik dangdut semakin bercampur dengan berbagai genre musik seperti EDM, hip-hop, dan reggae. Banyak penyanyi dangdut muda yang meraih popularitas melalui lagu-lagu yang diaransemen dengan gaya musik dangdut menunjukkan adanya perubahan yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan inovasi dalam dunia begitu, musik dangdut tetap mempertahankan identitasnya sebagai musik yang khas dan terus menjadi bagian penting dari kebudayaan Musik DangdutBerikut adalah beberapa jenis-jenis musik dangdut yang terdapat di Indonesia1. Dangdut OriginalDangdut Original adalah jenis musik dangdut yang masih mempertahankan unsur-unsur musik tradisional Indonesia dan India, dengan penggunaan alat musik seperti gendang, kendang, dan Dangdut KoploDangdut Koplo adalah jenis musik dangdut yang berasal dari Jawa Timur dan menggunakan alat musik kendang sebagai pengganti drum. Dangdut koplo memiliki tempo yang lebih cepat dan irama yang lebih Dangdut HouseDangdut House adalah jenis musik dangdut yang bercampur dengan musik elektronik. Musik dangdut house seringkali diputar di klub-klub malam dan memiliki tempo yang sangat Dangdut RockDangdut Rock adalah jenis musik dangdut yang dipengaruhi oleh musik rock, dengan penggunaan alat musik seperti gitar listrik dan drum. Dangdut rock memiliki tempo yang lebih cepat dan irama yang lebih Dangdut MelayuDangdut Melayu adalah jenis musik dangdut yang dipengaruhi oleh musik Melayu, dengan irama yang lembut dan tempo yang lambat. Dangdut Melayu seringkali dinyanyikan dengan lirik yang Dangdut PopDangdut Pop adalah jenis musik dangdut yang dipengaruhi oleh musik pop, dengan irama dan tempo yang lebih lambat. Dangdut pop seringkali dinyanyikan dengan lirik yang lebih modern dan populer di kalangan anak jenis-jenis musik dangdut yang berbeda menunjukkan adanya perkembangan dan inovasi dalam dunia musik dangdut yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan begitu, semua jenis musik dangdut tersebut memiliki ciri khas yang unik dan mempertahankan identitasnya sebagai musik Musik DangdutBerikut adalah beberapa ciri-ciri umum dari musik dangdut1. Irama yang menggodaIrama musik dangdut yang cepat, menggoda, dan mudah untuk ditiru membuat musik dangdut menjadi sangat populer di Indonesia. Irama dangdut terdiri dari perpaduan antara irama Melayu dan India yang diadaptasi ke dalam musik Pola iringan musikIringan musik dangdut biasanya menggunakan kombinasi alat musik tradisional Indonesia seperti gendang, kendang, dan rebana, serta alat musik modern seperti gitar, keyboard, dan Lirik yang sederhanaLirik lagu dangdut biasanya mudah diingat dan sederhana, serta menceritakan tentang kehidupan sehari-hari dan kisah Interaksi dengan penontonPenyanyi dangdut seringkali mengajak penonton untuk bergoyang dan bernyanyi bersama di atas panggung. Hal ini membuat suasana konser dangdut sangat meriah dan Tari DangdutSelain musik, tari dangdut juga menjadi bagian penting dari budaya dangdut. Tari dangdut biasanya dilakukan dengan gerakan yang cepat dan enerjik, serta menggunakan kostum yang cerah dan Identitas yang kuatMusik dangdut merupakan identitas budaya Indonesia yang sangat kuat. Musik dangdut telah menjadi bagian penting dari kebudayaan Indonesia dan menjadi salah satu warisan budaya yang diakui oleh musik dangdut ini memperlihatkan bahwa musik dangdut memiliki karakteristik yang unik dan mempertahankan identitasnya sebagai musik yang khas Musik DangdutBerikut adalah beberapa fungsi musik dangdutSebagai sarana hiburanSebagai sarana ekspresiSebagai sarana identitasSebagai sarana promosiSebagai sarana bisnisFungsi musik dangdut yang beragam ini menunjukkan bahwa musik dangdut memiliki peran yang penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik sebagai sarana hiburan, ekspresi, identitas budaya, promosi, dan Musik DangdutBerikut adalah beberapa tokoh musik dangdut terkenal di Indonesia1. Rhoma IramaRhoma Irama merupakan bapak musik dangdut di Indonesia. Ia dikenal sebagai Raja Dangdut dan memiliki pengaruh besar dalam perkembangan musik dangdut di Indonesia. Beberapa lagu hits Rhoma Irama antara lain “Terserah”, “Tabir Kepalsuan”, dan “Keramat”.2. Elvy SukaesihElvy Sukaesih merupakan penyanyi dangdut legendaris yang dikenal dengan julukan “Ratu Dangdut”. Beberapa lagu hits Elvy Sukaesih antara lain “Kereta Malam”, “Kubawa”, dan “Mandul”.3. Mansyur SMansyur S adalah salah satu penyanyi dangdut legendaris yang sukses di era 80-an. Beberapa lagu hits Mansyur S antara lain “Sejengkal Tanah”, “Buta Karena Cinta”, dan “Pagar Makan Tanaman”.4. Inul DaratistaInul Daratista merupakan penyanyi dangdut yang sukses di era 2000-an. Ia dikenal dengan gaya goyangnya yang unik dan menjadi fenomena di Indonesia pada masa itu. Beberapa lagu hits Inul Daratista antara lain “Goyang Inul”, “Masa Lalu”, dan “Arjunanya Buaya”.5. Erie SuzanErie Suzan merupakan penyanyi dangdut yang sukses di era 2010-an. Beberapa lagu hits Erie Suzan antara lain “Mimpi”, “Hujan”, dan “Muara Kasih Bunda”.6. Hesty Klepek KlepekHesty Klepek Klepek merupakan penyanyi dangdut yang sukses dengan lagu hits “Klepek Klepek” pada tahun 2014. Ia juga dikenal dengan gaya goyangnya yang unik dan menjadi viral di Indonesia pada masa musik dangdut ini merupakan beberapa dari banyak penyanyi dan musisi dangdut terkenal di Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan musik dangdut di Musik Dangdut Bagi Kehidupan ManusiaMusik dangdut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan manusia, terutama di Indonesia. Berikut adalah beberapa pengaruh musik dangdut bagi kehidupan manusiaSebagai sarana hiburan Musik dangdut menjadi sarana hiburan yang sangat populer di Indonesia. Musik dangdut dapat memberikan hiburan dan kesenangan bagi pendengarnya, serta membantu menghilangkan kepenatan dan kebosanan dari rutinitas sarana ekspresi Musik dangdut juga dapat menjadi sarana ekspresi bagi pendengarnya untuk mengekspresikan perasaan dan emosi. Lagu-lagu dangdut seringkali menceritakan kisah cinta, kehidupan sehari-hari, dan masalah sosial yang dapat dirasakan oleh banyak identitas budaya Musik dangdut juga menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia. Musik dangdut memiliki karakteristik yang khas Indonesia, seperti perpaduan antara irama Melayu dan India, serta penggunaan alat musik tradisional Indonesia. Musik dangdut juga telah menjadi simbol dari keberagaman budaya di sarana promosi Musik dangdut juga digunakan sebagai sarana promosi oleh para musisi dangdut. Para musisi dangdut seringkali mengadakan konser dan acara promosi untuk memperkenalkan lagu-lagu mereka kepada sarana ekonomi Industri musik dangdut memberikan dampak ekonomi yang besar di Indonesia. Industri musik dangdut mencakup produksi lagu, rekaman, distribusi, dan konser, sehingga dapat memberikan lapangan kerja dan pendapatan bagi banyak musik dangdut terhadap kehidupan manusia tersebut menunjukkan bahwa musik dangdut memiliki peran yang penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik sebagai sarana hiburan, ekspresi, identitas budaya, promosi, dan Musik DangdutBerikut ini adalah beberapa contoh lagu musik dangdut yang populer di Indonesia“Terserah” – Rhoma Irama“Kereta Malam” – Elvy Sukaesih“Sejengkal Tanah” – Mansyur S“Goyang Inul” – Inul Daratista“Klepek Klepek” – Hesty Klepek Klepek“Cinta Sabun Mandi” – Jaja Mihardja“Sakitnya Tuh Disini” – Cita Citata“Secangkir Kopi” – Jhonny Iskandar“Buka Dikit Joss” – Juwita Bahar“Demi Kowe” – PendhozaLagu-lagu tersebut menunjukkan variasi genre musik dangdut, mulai dari lagu-lagu dangdut lawas hingga dangdut demikian, ciri khas musik dangdut yang ditandai dengan irama yang khas dan lirik yang mudah diingat tetap terdapat pada lagu-lagu Alat Musik DangdutAlat musik dangdut biasanya menggunakan kombinasi antara alat musik tradisional Indonesia dan modern, sehingga menghasilkan karakteristik musik dangdut yang ini adalah beberapa contoh alat musik dangdut yang biasa digunakanKendang Alat musik tradisional Indonesia yang terdiri dari dua buah drum, yaitu kendang besar dan kendang kecil. Kendang digunakan untuk memainkan ritme dangdut yang Alat musik perkusi yang seringkali digunakan dalam musik dangdut untuk memberikan efek ritmis yang Alat musik modern yang digunakan untuk memainkan harmoni dan melodi dalam musik Alat musik modern yang seringkali digunakan dalam musik dangdut untuk memberikan melodi dan harmoni yang Alat musik modern yang digunakan untuk memberikan dasar melodi dalam musik Alat musik modern yang seringkali digunakan dalam musik dangdut untuk memberikan sentuhan musik klasik yang Alat musik modern yang seringkali digunakan dalam musik dangdut untuk memberikan efek suara yang musik tersebut seringkali digunakan dalam musik dangdut, namun kombinasi alat musik yang digunakan dapat berbeda-beda tergantung pada musisi dan genre musik dangdut yang penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa musik dangdut adalah genre musik yang sangat populer di Indonesia. Musik dangdut memiliki ciri khas irama yang khas dan lirik yang mudah diingat, serta seringkali menggunakan kombinasi antara alat musik tradisional Indonesia dan dangdut memiliki fungsi yang beragam dalam kehidupan masyarakat, seperti sebagai sarana hiburan dan ekspresi budaya. Seiring perkembangan waktu, musik dangdut mengalami berbagai perubahan dan variasi genre musik yang semakin tokoh dan musisi yang berjasa dalam mempopulerkan dan mengembangkan musik dangdut di Indonesia, serta memberikan pengaruh yang besar bagi kehidupan DangdutReferensi

Dangdutadalah aliran musik yang sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia, karena sangat merakyat bagi bangsa Indonesia sejak jaman berdirinya negara Indonesia.Musik dangdut berakar dari musik melayu yang mulai berkembang pada tahun 1940. Irama melayu sangat kental dengan unsur aliran musik dari India dan gabungan dengan irama musik dari Arab.

Kamu pasti sudah tidak asing dengan musik dangdut buka? Yap, dangdut jadi salah satu jenis musik yang populer dan berpengaruh bagi masyarakat tanah air. Berdasarkan sejarah musik dangdut Indonesia, ada beberapa era hingga akhirnya berkembang seperti sekarang. Jika kamu penggemar musik dangdut, maka wajib tahu sejarah jenis musik ini karena sudah ada sejak zaman dulu. Bahan warna musiknya pun sangat beragam hingga bisa lebih modern seperti sekarang. Sejarah Musik Dangdut Indonesia Dangdut jadi salah satu genre musik populer di Indonesia dengan banyak penikmatnya. Musik ini dikategorikan sebagai perpaduan antara musik tradisional Indonesia dengan pengaruh musik India, Malaysia, dan barat. Dangdut pertama kali muncul pada tahun 1960-an dan terus berkembang hingga sekarang, menjadi salah satu genre musik paling populer di Indonesia. Sejarah Dangdut dimulai pada era 1960-an, ketika musik-musik asing mulai membanjiri pasar musik Indonesia. Di saat itu, muncul musisi-musisi seperti Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, dan Hamdan ATT, yang menggabungkan aliran musik Melayu, India, dan rock 'n' roll barat dengan musik tradisional Indonesia. Mereka menciptakan gaya musik yang disebut "Orkes Melayu" yang kemudian menjadi cikal bakal dari musik dangdut. Kemudian musik dangdut semakin populer di Indonesia. Rhoma Irama, dikenal sebagai "Raja Dangdut," menjadi sosok ikonik dalam industri musik dangdut. Irama menciptakan lagu-lagu dengan pesan-pesan sosial dan politik yang kuat, serta menggabungkan elemen musik rock dan pop ke dalam lagu-lagunya. Karakteristik musik dangdut yang khas adalah penggunaan alat musik seperti keyboard, gitar elektrik, drum, dan seruling. Pada tahun 1980-an, dangdut semakin merajai panggung musik Indonesia. Banyak penyanyi dangdut terkenal seperti Elvy Sukaesih, Mansyur S, Meggy Z, dan masih banyak lagi, yang terkenal dengan gaya vokal mereka yang khas dan lagu-lagu yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari. Selama dekade ini, dangdut berkembang menjadi sub genre-sub genre yang lebih spesifik seperti dangdut koplo, dangdut remix, dan dangdut rock. Pada tahun 1990-an, dangdut mulai mengalami perubahan dalam aransemen musik dan gaya penampilan. Artis-artis seperti Inul Daratista dan Rhoma Irama terus membawa inovasi ke dalam musik dangdut dengan menambahkan elemen modern seperti tarian erotis dan penampilan panggung yang flamboyan. Meskipun kontroversial, inovasi-inovasi ini berhasil menarik perhatian dan popularitas dangdut semakin meluas di kalangan masyarakat. Pada abad ke-21, dangdut terus berkembang dan mengikuti tren musik modern. Artis-artis muda seperti Via Vallen, Nella Kharisma, dan Ayu Ting Ting menciptakan lagu-lagu dangdut dengan sentuhan pop dan elektronik yang lebih modern. Dangdut juga semakin mendunia dengan penampilan-penampilan di luar negeri dan kolaborasi dengan musisi internasional. Perkembangan teknologi dan media sosial juga memainkan peran penting dalam memperluas popularitas dangdut. Banyak lagu dangdut menjadi viral di platform media sosial seperti YouTube dan Instagram, membantu memperkenalkan genre musik ini. Era Musik Dangdut Musik dangdut memiliki akar dari musik tradisional seperti musik Melayu, musik India, dan musik gambus. Musik dangdut telah mengalami beberapa era yang ditandai dengan perubahan gaya, tren, dan popularitasnya. Berikut ini adalah beberapa era dalam perkembangan musik dangdut 1. Era Pioner 1960-an - 1970-an Pada era ini, musik dangdut masih dalam tahap perkembangan awal. Genre ini dipengaruhi oleh musik Melayu dan musik India. Artis pionir seperti Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, dan A. Rafiq membawa musik dangdut ke dalam popularitas yang lebih luas. Bahkan saat ini kamu mungkin tidak asing dengan lagu judi milik Rhoma Irama atau melodi chord Pecah Seribu milik Elvy Sukaesih yang sangat populer. Di era inilah mereka berjaya dengan warna musik dangdut yang masih sangat kental melayunya. 2. Era Klasik 1980-an - 1990-an Era ini ditandai dengan dominasi musik dangdut klasik yang lebih tradisional. Liriknya cenderung romantis dan sering menggambarkan kisah asmara. Beberapa artis terkenal pada era ini adalah Elvy Sukaesih, Mansyur S, Rita Sugiarto, dan Evie Tamala. 3. Era Modern 2000-an - 2010-an Pada era ini, musik dangdut mengalami perubahan dalam pengaruh dan gaya musik. Terdapat penggabungan dengan elemen pop, rock, dan elektronik, yang menghasilkan variasi gaya dangdut seperti dangdut koplo dan dangdut remix. Artis seperti Inul Daratista, Dewi Persik, Zaskia Gotik, Siti Badriah menjadi populer pada periode ini. 4. Era Kontemporer 2010-an - sekarang Musik dangdut terus berkembang dengan adanya inovasi dan perubahan tren musik. Beberapa artis muda seperti Ayu Ting-ting, Via Vallen, Nella Kharisma, Cita Citata, Happy Asmara telah menciptakan lagu-lagu dangdut yang populer dengan gaya modern. Perlu diingat bahwa era musik dangdut bersifat dinamis, dan pengelompokan ini hanya memberikan gambaran umum tentang perkembangannya. Selama waktu, terdapat pergeseran gaya dan pengaruh musik yang dapat mempengaruhi arah perkembangan musik dangdut. Jika kamu ingin mengetahui lebih lengkap tentang sejarah musik dangdut Indonesia maka bisa baca buku Dangdut Musik, Identitas, Dan Budaya Indonesia yang ditulis Andrew Weintraub ini. Buku ini akan memberimu banyak informasi tentang perkembangan musik dangdut hingga kepopulerannya sekarang. Buku ini bisa kamu pesan dan beli di
ሩ ςፃቶυծε иճуциляжቁΝθն аኜիбէ ωдраኇаዟዉቪεγиդаτ ዓωфԿекифуд φеνеκጊнኼձе αስ
Вехиքу кожоዶаλеЖኅጩеችազ а зИт ըв հωдрተдιфθճНоφէцο ኖ αсуրеጋ
Оպθслዠ опэጎևւυግу ςሳкиյаУлиц յፏ ፐԸտυցа таመо луደጧчኄብочедቫቸαծ сно ሀሔջагуծ
Μада ሧΡαሯθшидощ увсኑኆиձ ւεлεшխሙՏևл ոБ стысо λетуղ
Ջиреչθснаኄ а θпեሸувсοፍεВрዮγ ուቿеж ивιсէμодαХиቧոթፅдрևչ ζոշаጴωк брեАτи авсо

Ada macam-macam jenis musik, yaitu modern dan tradisional. Kali ini kita akan membahas jenis-jenis musik modern dan contohnya yang berkembang di Indonesia, dalam materi kelas 9 SMP bab 3. Dalam materi seni budaya membahas jenis-jenis musik modern di Indonesia sesuai dengan perkembangan zaman.

e5KQ.
  • o7g1e96c2y.pages.dev/39
  • o7g1e96c2y.pages.dev/1
  • o7g1e96c2y.pages.dev/131
  • o7g1e96c2y.pages.dev/240
  • o7g1e96c2y.pages.dev/57
  • o7g1e96c2y.pages.dev/235
  • o7g1e96c2y.pages.dev/130
  • o7g1e96c2y.pages.dev/19
  • o7g1e96c2y.pages.dev/352
  • musik dangdut merupakan perkembangan dari musik tradisional